Dari Tanah Tumbuh Kepedulian: SMANDA dan UIN Raden Intan Wujudkan Green School

Dari Tanah Tumbuh Kepedulian: SMANDA dan UIN Raden Intan Wujudkan Green School

SMANDAβ€” Menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Terkadang, perubahan tumbuh dari sebuah tindakan sederhana yang dilakukan bersama. Semangat inilah yang diwujudkan SMAN 2 Bandar Lampung bersama mahasiswa KKN/PPL UIN Raden Intan Lampung melalui pembuatan lubang biopori, Rabu, 2 September 2026. 

Sebanyak 15 mahasiswa KKN/PPL UIN Raden Intan Lampung Kelompok 55 yang dikoordinatori M. Khairil Anam berkolaborasi dengan guru, siswa, dan perwakilan pengurus OSIS SMANDA. Mahasiswa dari berbagai program studiβ€”Pendidikan Biologi, Matematika, Bimbingan Konseling, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Inggrisβ€”tidak hanya menjalani praktik kependidikan, tetapi juga menghadirkan aksi nyata untuk lingkungan sekolah.

Kegiatan yang disaksikan oleh Kepala SMAN 2 Bandar Lampung dan perwakilan guru tersebut menghasilkan empat lubang biopori di sejumlah titik lingkungan SMANDA. Setiap lubang memiliki kedalaman sekitar satu meter dan dirancang untuk membantu meningkatkan daya resap air sekaligus mengolah sampah organik menjadi kompos.

Sebanyak sekitar 8 kg sampah organik, 20 ml molase, 20 ml EM4, dan 2 liter air digunakan pada setiap lubang. Daun kering, sisa sayuran, rumput, dan berbagai sampah organik lainnya dikembalikan ke alam melalui proses yang lebih bermanfaat.

Namun, makna kegiatan ini jauh lebih besar daripada empat lubang yang dibuat.

Di tengah persoalan sampah dan perubahan lingkungan yang semakin nyata, siswa diajak memahami bahwa menjaga bumi bukan sekadar slogan, melainkan kebiasaan yang harus dimulai dari lingkungan terdekat. Sampah yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat kembali menjadi bagian dari siklus kehidupan.

Melalui kolaborasi ini, mahasiswa KKN/PPL dan siswa SMANDA belajar bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh melalui aksi, kolaborasi, dan keteladanan. Setiap daun yang dikembalikan ke tanah, setiap lubang yang dibuat, dan setiap kebiasaan baik yang dibangun menjadi bagian dari investasi untuk masa depan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendukung semangat Adiwiyata SMAN 2 Bandar Lampung, sekaligus menanamkan karakter peduli lingkungan, gotong royong, dan tanggung jawab kepada generasi muda.

Karena menjaga bumi tidak harus menunggu menjadi besar. Ia dimulai dari langkah kecil, dari tangan kita, dan dari lingkungan di sekitar kita.

Satu lubang biopori hari ini, satu langkah menuju lingkungan yang lebih lestari esok hari.

πŸ“° Semua Berita