Bandar Lampung, SMAN 2 – Dalam rangka melestarikan budaya dan memperkuat identitas daerah, SMAN 2 Bandar Lampung (SMANDA) secara resmi menjalankan program “Pembiasaan Bubahasa Lappung†yang dilaksanakan setiap hari Kamis. Program ini bertujuan agar seluruh warga sekolah — mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan — terbiasa menggunakan Bahasa Lampung dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan sekolah.
Menjaga Warisan Budaya Daerah
Kepala SMAN 2 Bandar Lampung menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya nyata sekolah dalam menjaga kelestarian bahasa daerah.
“Bahasa Lampung merupakan warisan budaya yang harus dijaga. Melalui pembiasaan ini, kami ingin menumbuhkan rasa bangga dan cinta siswa terhadap bahasa serta budaya Lampung,†ujarnya.
Pada hari Kamis, berbagai aktivitas pembiasaan Bahasa Lampung dilakukan, meliputi:
Salam dan percakapan ringan sehari-hari.
Pengumuman sekolah.
Kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan Bahasa Lampung.
Guru dan siswa bersama-sama menciptakan suasana yang penuh nuansa budaya lokal. Selain itu, beberapa kelas juga mengadakan kuis, permainan bahasa, dan kegiatan kreatif lainnya untuk menambah semangat pembiasaan.
Antusiasme Warga Sekolah dan Visi Pelestarian
Program ini disambut antusias oleh siswa karena memberikan kesempatan untuk mempelajari dan menggunakan Bahasa Lampung secara langsung dalam kehidupan sekolah. Dengan program ini, SMAN 2 Bandar Lampung berharap dapat terus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah dan menjadi bagian aktif dalam melestarikan budaya Lampung.
Pesan Penutup dan Ajakan
"Uakhi, Seunyini, Jak Unggak Khik Jak Didoh, Talaju, Jama Kuti, Sai Khedik Khik Sai Jawoh. Ija Kham, Pujajama… Ngabangun Bumi Lappung. Injako Seni Budaya Bahasa Lappung Tijunjung.
Payu Kidah… Payu Kidah Jejama! (Mari Bersama!) Dang lupa inji khani Kamis, Pembiasaan Bubahasa Lappung wajib dilaksanako! 🤩‼ï¸