Kokurikuler Kelas X βTempe Nusantara: Sains, Budaya, dan Kewirausahaanβ bertujuan mengajak murid mengenal tempe sebagai warisan kuliner Nusantara sekaligus sumber pembelajaran yang kaya makna. Murid diajak memahami nilai kebersihan (thaharah), kehalalan dan kebaikan (thayyib), sejarah tempe, budaya gotong royong UMKM, serta potensi ekonomi lokal. Dari sisi sains, murid mengeksplorasi karakteristik kedelai, perubahan fisika dan kimia selama proses pencucian, perendaman, perebusan hingga fermentasi, serta peran mikroorganisme dalam mengubah kedelai menjadi tempe yang bergizi.
Pembelajaran dirancang melalui kolaborasi lintas mata pelajaran. Pendidikan Agama menguatkan nilai thaharah dan thayyib, Sejarah mengungkap perjalanan tempe Nusantara, Sosiologi mengkaji kehidupan sosial dan budaya gotong royong, Sains mengeksplorasi konsep sains dan proses fermentasi, sementara Ekonomi dan Kewirausahaan mengajak murid menyusun RAB serta proposal usaha. Inilah pembelajaran bermakna yang menghubungkan ilmu pengetahuan, budaya, dan kehidupan nyata, sekaligus menumbuhkan generasi yang kritis, kolaboratif, kreatif, dan inovatif.
Sebagai puncak kegiatan, Gelar Karya Kokurikuler dilaksanakan pada Jumat, 6 November 2026, di GSG SMAN 2 Bandar Lampung. Dalam kegiatan ini, setiap kelompok memasarkan berbagai produk olahan tempe hasil kreativitas dan inovasi mereka. Murid belajar secara langsung memperkenalkan produk, berkomunikasi dengan konsumen, serta mengembangkan jiwa kewirausahaan. Gelar karya ini menjadi ruang apresiasi atas proses belajar sekaligus bukti bahwa kolaborasi mampu mengubah ide sederhana menjadi karya yang bernilai.
Keberhasilan kokurikuler ini menjadi bukti nyata kolaborasi Tim Kokurikuler Kelas X, guru mata pelajaran, dan wali kelas yang bersama-sama merancang, mendampingi, serta menguatkan proses belajar murid. Semangat kerja sama juga tumbuh di antara murid melalui diskusi, pembagian tugas, dan saling mendukung dalam setiap kegiatan. Dengan sinergi dan gotong royong, pembelajaran tidak hanya menghasilkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menumbuhkan karakter, kreativitas, tanggung jawab, serta pengalaman bermakna yang menjadi bekal murid untuk melangkah menuju masa depan.