Bandar Lampung, 14 Juli 2026 – Semangat pemerataan pendidikan yang berkualitas kembali diteguhkan melalui kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.TP., M.M., ke SMAN 2 Bandar Lampung, Selasa (14/7). Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk meninjau secara langsung pelaksanaan Program Kelas Cangkok dan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), dua program strategis yang membuka ruang lebih luas bagi peserta didik dari berbagai latar belakang untuk memperoleh layanan pendidikan terbaik.
Program Kelas Cangkok merupakan salah satu ikhtiar Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dalam memberikan kesempatan kepada peserta didik berprestasi dari wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) agar dapat mengembangkan potensi akademik di lingkungan sekolah yang memiliki sumber daya pendidikan lebih lengkap. Tahun ini, SMAN 2 Bandar Lampung dipercaya menjadi sekolah penyelenggara dengan menerima 15 peserta didik hasil seleksi ketat yang berasal dari berbagai sekolah di Provinsi Lampung, yaitu SMAN 1 Gedung Harapan, SMAN 1 Gunung Agung, SMAN 1 Lemong, SMAN 1 Lumbok Seminung, SMAN 1 Pematang Sawa, SMAN 2 Bengkunat Belimbing, SMAN 2 Punduh Pedada, SMAN 1 Gedung Meneng, dan SMAN 1 Wiralaga. Sejak hari pertama pembelajaran, para peserta didik mengikuti proses belajar mengajar di kelas-kelas yang telah disesuaikan dengan mata pelajaran peminatan dari sekolah asal mereka. Kehadiran para siswa tersebut disambut hangat oleh keluarga besar SMAN 2 Bandar Lampung yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bersama tanpa sekat.
Dalam kunjungan tersebut, Thomas Amirico juga menyempatkan diri meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) SMAN 2 Bandar Lampung. Di hadapan ratusan peserta didik baru, beliau mengajak para siswa Program ADEM untuk berdiri di depan dan memperkenalkan diri kepada seluruh warga sekolah. Momen sederhana itu menjadi simbol bahwa keberagaman adalah kekuatan, sekaligus penegasan bahwa setiap peserta didik memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berprestasi.
Pada tahun ajaran ini, SMAN 2 Bandar Lampung juga menerima tujuh peserta didik Program ADEM Repatriasi Kementerian Pendidikan. Mereka merupakan anak-anak warga negara Indonesia yang sebelumnya tinggal di Malaysia mengikuti orang tua yang bekerja di negeri jiran. Melalui Program ADEM, mereka kembali ke tanah air untuk memperoleh hak atas pendidikan yang lebih berkualitas serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Kehadiran mereka di SMAN 2 Bandar Lampung tidak hanya memperkaya keberagaman lingkungan belajar, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah jembatan yang mampu menyatukan harapan dari berbagai penjuru.
Di hadapan seluruh peserta didik, Thomas Amirico menyampaikan motivasi agar semangat belajar terus dipelihara, kolaborasi semakin diperkuat, dan prestasi senantiasa menjadi tujuan bersama. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan peserta didik untuk saling menghargai, bekerja sama, dan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter. Ia berharap SMAN 2 Bandar Lampung terus menjaga tradisi prestasi yang telah dibangun selama ini serta menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lain di Provinsi Lampung dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, bermutu, dan berdaya saing.
Kunjungan ini menjadi lebih dari sekadar agenda peninjauan. Di balik setiap ruang kelas yang dikunjungi dan setiap sapaan yang disampaikan, tersirat komitmen bersama untuk menghadirkan pendidikan yang mampu menjangkau setiap anak bangsa tanpa memandang asal daerah maupun latar belakangnya. Di SMAN 2 Bandar Lampung, perbedaan bukanlah batas, melainkan titik temu bagi lahirnya kolaborasi, prestasi, dan harapan akan masa depan Indonesia yang lebih baik.