Bandar Lampung, 24 Juni 2026 β Musyawarah Daerah (Musda) II Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Lampung yang dirangkaikan dengan Talk Show Literasi 2026 berlangsung meriah di Ruang Auditorium Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Lampung, Rabu (24/6). Kegiatan ini menghadirkan penerbit lokal, penulis, pegiat literasi, serta pelajar dan mahasiswa sebagai peserta.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Bunda Literasi Lampung Batin Wulan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Agnes Marindo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico, anggota DPR RI Dr. Bustami Zainudin, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung Dr. Fitrianita Damhuri, anggota DPRD Provinsi Lampung H. Ade Utami Ibnu, serta Ketua Umum PP IKAPI Arys Hilman Nugraha.
Mengusung tema peningkatan literasi di era digital, talk show berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan strategis terkait penguatan ekosistem literasi dan industri perbukuan di Lampung.
Pada sesi yang dibawakan oleh IKAPI Lampung, narasumber menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi penerbit lokal, sekaligus peluang bagi penulis Lampung untuk berkembang ke tingkat nasional. Pembahasan mencakup proses penerbitan mulai dari penyusunan naskah, penyuntingan (editing), hingga strategi distribusi buku secara nasional.
Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa karya-karya berkualitas dari Lampung tidak boleh berhenti hanya di rak toko buku lokal, melainkan harus mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Sementara itu, pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung menegaskan bahwa perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan buku. Perpustakaan harus bertransformasi menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan penulis, penerbit, pembaca, dan komunitas literasi.
Ke depan, perpustakaan daerah siap menjadi lokasi berbagai kegiatan literasi seperti peluncuran buku, bedah karya, hingga kelas menulis yang dapat diselenggarakan bersama IKAPI dan komunitas literasi lainnya.
Sesi yang paling menarik perhatian peserta terjadi saat pelajar mengajukan pertanyaan mengenai cara menerbitkan buku di tengah maraknya platform digital seperti TikTok dan Wattpad. Narasumber menjelaskan bahwa kemampuan membangun konten digital memang penting, namun kualitas naskah tetap menjadi faktor utama. Selain itu, legalitas penerbitan melalui ISBN resmi juga harus diperhatikan agar karya memiliki nilai dan pengakuan yang lebih kuat.
Dalam kesempatan tersebut, IKAPI Lampung menyampaikan pesan penting mengenai pentingnya membangun ekosistem perbukuan yang sehat dan saling mendukung.
βProvinsi Lampung memiliki banyak penulis potensial. Namun ekosistemnya harus bergerak bersama. Penulis harus konsisten berkarya, penerbit mengelola secara profesional, perpustakaan aktif mempromosikan karya, dan masyarakat mendukung dengan membaca serta membeli buku. Jika semua berjalan selaras, industri buku Lampung akan tumbuh semakin kuat,β ungkap perwakilan IKAPI Lampung.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis buku karya penulis Lampung untuk menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung. Peserta juga diajak mengunjungi area literasi digital yang baru diresmikan sebagai bagian dari upaya transformasi layanan perpustakaan.
Melalui kegiatan ini, Perpustakaan Daerah Provinsi Lampung semakin menunjukkan perannya sebagai pusat literasi modern yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi, kreativitas, dan pengembangan pengetahuan masyarakat. Harapannya, semakin banyak karya βMade in Lampungβ yang mampu menembus pasar nasional dan mengisi rak-rak perpustakaan maupun toko buku di seluruh Indonesia.